PENYAJIAN DIKIE MAULUIK DI KORONG BUKIT BIO-BIO, NAGARI SIKUCUA UTARA, KECAMATAN V KOTO KAMPUNG DALAM, KABUPATEN PADANG PARIAMAN
DOI:
https://doi.org/10.58526/ezrasciencebulletin.v3i1.323Keywords:
Dikie Mauluik, Penyajian, MinangkabauAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur penyajian dikie mauluik di Korong Bukit Bio-bio, Nagari Sikucua Utara, Kabupaten Padang Pariaman. Dikie mauluik adalah seni vokal tradisi Islam Minangkabau yang berfungsi sebagai sarana spiritual dan penguat identitas kolektif masyarakat. Penyajian dikie mauluik terdiri atas 12 pasal lagu dari kitab Syarafal Anam yang dinyanyikan secara bergantian oleh urang siak dengan formasi duduk melingkar. Pelaksanaan dilakukan pada malam dan siang hari di surau, dengan partisipasi kuat dari masyarakat setempat seperti pemuda, ibu rumah tangga, hingga niniak mamak. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini menyiratkan nilai religiusitas, kebersamaan dan sarana spritualitas bagi masyarakat Korong Bukit Bio-bio, Nagari Sikucua Utara, Kabupaten Padang Pariaman.
References
Aliman, M. (2017). Gotong Royong dalam Tradisi Malamang Masyarakat Minangkabau. Padang: Universitas Negeri Padang.
Andika Bayu Putra. (2021). Makna Tradisi Dikia Mauluik Sebagai Ekspresi Cinta kepada Nabi. Jurnal Seni dan Budaya Islam, 7(1), 1–10.
Arbi, B., et al. (2019). Pengantar Estetika Pertunjukan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Djelantik, A. A. M. (1999). Estetika: Sebuah Pengantar. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
Dewi Yulianita. (2021). Dikie Pauh dalam Acara Baralek. Jurnal Seni dan Budaya, 6(2), 11–20.
Habib Rakziq. (2024). Tradisi Makan Bajamba Sebagai Bentuk Nilai Sosial Minangkabau. Jurnal Adat dan Budaya, 9(1), 1–5.
Hermansyah, H., et al. (2009). Manajemen Waktu dalam Pelaksanaan Kegiatan Sosial Budaya. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Jamil, M. (2015). Peran Niniak Mamak dalam Adat Minangkabau. Padang: CV Berkah Ilmu.
Jazuli, M. (1994). Seni Pertunjukan Indonesia. Surakarta: ISI Press.
Nurgiyantoro, B. (2012). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Permana, R. (2015). Struktur dalam Kajian Sastra Lisan. Bandung: Humaniora Utama Press.
Stanton, R. (2012). An Introduction to Fiction. New York: Holt, Rinehart and Winston.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: CV Alfabeta.
Sumarjo, J. (2000). Apresiasi Musik Tradisi Nusantara. Bandung: Penerbit Sinar Baru Algensindo.
Syahril, et al. (2021). Tradisi Islam di Minangkabau: Studi Tokoh Urang Siak dan Tuangku. Padang: Balai Kajian Budaya Islam.
Teeuw, A. (2013). Sastra dan Ilmu Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.
Toekiyo. (1990). Tata Artistik Panggung Pertunjukan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Yamesty, M., & Marzam. (2022). Struktur Penyajian Dikia Pauah. Jurnal Karawitan Nusantara, 8(2), 25–35.
Yudhi Pratama. (2025). Penyajian Dikie Mauluik di Korong Bukit Bio-Bio, Nagari Sikucua Utara, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman. Jurnal Laga-Laga, 10(2), 1–15
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Yudhi Pratama, Asril (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright @2022. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/) which permits unrestricted commercial used, distribution and reproduction in any medium
Ezra Science Bulletin is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



