INOVASI PERANCANGAN JAM TANGAN SEBAGAI PERWUJUDAN OPTIMALISASI MATERIAL LIMBAH BATOK KELAPA
DOI:
https://doi.org/10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.390Keywords:
DESAIN PRODUK, BATOK KELAPA, JAM TANGAN, LIMBAH ORGANIK, INOVASI, KEBERLANJUTANAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk merancang jam tangan inovatif dengan memanfaatkan limbah batok kelapa sebagai upaya optimalisasi bahan lokal yang berkelanjutan. Indonesia, sebagai salah satu negara penghasil kelapa terbesar di dunia, menghasilkan jutaan ton limbah batok kelapa setiap tahunnya yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Limbah ini umumnya hanya dibakar atau dibuang, sehingga menimbulkan permasalahan lingkungan yang cukup serius. Melalui pendekatan desain produk berkelanjutan dan eksplorasi material alternatif, batok kelapa dipilih karena memiliki potensi yang tinggi dalam aspek kekuatan material, nilai estetika, dan keberlanjutan. Dalam penelitian ini, batok kelapa diolah menjadi casing jam tangan yang memiliki nilai estetis, ergonomis, serta potensi komersial sebagai produk kriya kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam kepada pelaku industri kreatif, observasi langsung terhadap proses pembuatan kerajinan batok kelapa, serta studi literatur yang relevan. Proses perancangan meliputi beberapa tahapan, yaitu analisis kebutuhan pengguna, pembuatan sketsa desain, pengembangan bentuk, visualisasi 3D, dan pembuatan prototipe dengan teknik handmade. Hasil perancangan menunjukkan bahwa batok kelapa memiliki karakteristik unik seperti kekuatan struktural, bobot ringan, serta tekstur alami yang mendukung penciptaan produk jam tangan dengan daya tarik visual tinggi. Produk yang dihasilkan tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu, tetapi juga sebagai simbol gaya hidup ramah lingkungan dan representasi identitas lokal. Inovasi ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengurangan limbah, pengembangan ekonomi kreatif, serta edukasi masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan limbah organik dalam praktik desain produk yang berkelanjutan.
References
Arbi, A., Aidha, N., & Deflianti, R. (2018). Pemanfaatan limbah batok kelapa sebagai produk bernilai ekonomis. Jurnal Rekayasa Material dan Proses, 5(2), 67–74.
Asrofi, M., Abral, H., Kasim, A., Pratoto, A., & Putra, T. (2018). Potential of coconut shell waste as filler in biocomposite material. International Journal of Engineering Research and Technology, 11(5), 853–860.
FAO. (2022). FAOSTAT Statistical Database. Food and Agriculture Organization of the United Nations. https://www.fao.org/faostat
Kementerian Pertanian. (2017). Laporan tahunan pertanian dan pemanfaatan limbah organik. Jakarta: Direktorat Jenderal Perkebunan.
Sanders, M. S., & McCormick, E. J. (1993). Human factors in engineering and design (7th ed.). McGraw-Hill.
Badan Pusat Statistik. (2019). Produksi Kelapa Menurut Provinsi (Ton). Jakarta: BPS.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Defant De Laurent, Sumadi, Kendall Malik, Rahmad Washinton (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright @2022. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/) which permits unrestricted commercial used, distribution and reproduction in any medium
Ezra Science Bulletin is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



