DAMPAK BROKEN HOME DALAM FOTOGRAFI EKSPRESI
DOI:
https://doi.org/10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.415Keywords:
Broken home, fotografi ekspresi, tekanan batin, Semiotika, PerempuanAbstract
Keluarga merupakan elemen penting dalam pembentukan kepribadian dan kesejahteraan emosional seorang anak. Anak yang tumbuh dalam keluarga harmonis cenderung memiliki perkembangan mental yang stabil, sementara anak dari keluarga broken home sering mengalami tekanan psikologis yang mendalam. Karya fotografi berjudul “Dampak Broken Home pada Fotografi Ekspresi” ini merupakan visualisasi dari pengalaman emosional pisokologis pengkarya yang tumbuh dalam keluarga tidak utuh. Proses penciptaan karya dilakukan dengan pendekatan fotografi ekspresi untuk menggambarkan berbagai dampak psikologis akibat broken home, seperti rasa takut, kehilangan, tekanan batin, dan proses penerimaan diri. Metode yang digunakan meliputi persiapan observasi, studi pustaka, dan wawancara sebagai dasar pemahaman sebelum pengambilan gambar serta pendekatas semiotika Roland Bhartes yang menggunakan dua tingkatan yaitu konotasi dan denotasi. Proses penciptaan menggunakan objek perempuan sebagai cerminan diri pengkarya dengan objek pendukung seperti tali, cermin, puzzle dan elemen simbolik lainnya. Hasil dari berbagai dampak broken home dari luka, trauma, proses penyembuhan sampai penerimaan, meskipun terdapat kendala dalam proses kreatif yang membatasi realisasi beberapa ide, melalui 20 karya fotografi yang dihasilkan, pengkarya berhasil menyampaikan secara menyeluruh berbagai bentuk tekanan batin dan perasaan yang dialami anak dari keluarga broken home. Karya ini berfungsi sebagai ekspresi diri sekaligus media edukasi untuk meningkatkan kesadaran akan dampak broken home terhadap perkembangan emosional anak. Adapun tujuan dari penciptan karya yang berjudul dampak broken home ini adalah bagaiman memvisualkan dampak broken home dalam fotografi ekspresi dan terciptanya karya fotografi yang dapat dinikmati oleh masyarakat. pengkarya memilih judul karya penciptaan dampak broken home karena pengkarya tertarik menuangkan ke dalam sebuah karya fotografi ekspresi sebagai mengekspresikan diri sendiri dengan menggunakan konsep yang mewakili dampak broken home yang pengkarya alami.
References
Aisyah, S.H. et al. (2022) “Dampak Psikologi Terhadap Kehidupan Anak Korban Broken Home,” Al-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak, 3(2), hal. 75–81. Tersedia pada: https://doi.org/10.46773/alathfal.v3i2.485. Area, U.M. (2024) “PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI
Barus, K.A.B., Amanda, D. dan Pasaribu, L. (2023) “‘Broken Home’ dan Dampaknya Terhadap Perkembangan Psikologi Anak SertaPeran Konselor Kristen Mengatasinya,” Jurnal pendidikan Penyuluhan Agama Kristen, 1(2), hal. 24–37. Tersedia pada: www.detik.com,.
Dhimas Nalendra Krisna. (2023) Anak Broken Home: Tra (Aisyah et al., 2022) uma Berkepanjangan.Kompasiana.com
Fabiana Meijon Fadul (2019) “Bab 2 . Pengertian Konsep Keluarga,” hal. 9–41.
Fadhilla, (2023). Prses Penciptaan Karya Fotografi Ekspresi Human Dengan Pendekatan Teknik Muliple Exposure. Universitas Telkom.
Hayley Evans, (2018). Estetika Melankolis: Fotografi Puitis Oleh Natalia Deprina. Scene360.com (https://scene360.com/art/112615/natalia-drepina/)
Massa, N., Rahman, M. dan Napu, Y. (2020) “Dampak Keluarga Broken Home Tehadap Perilaku Sosial Anak,” Jambura Journal Community Empowerment, 1(1), hal. 1–10. Tersedia pada: https://doi.org/10.37411/jjce.v1i1.92.
Mistiani, W. (2020) “Dampak Keluarga Broken Home Terhadap Psikologis Anak,” Musawa: Journal for Gender Studies, 10(2), hal. 322–354. Tersedia pada: https://doi.org/10.24239/msw.v10i2.528.
Maghfiroh, Novi Laila, et al. "Dampak Tumbuh Kembang Anak Broken Home." Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK) 4.4 (2022): 42-48.
MUTTAQIN, Imron; SULISTYO, Bagus. Analisis faktor penyebab dan dampak (Barus et al., 2023) keluarga broken home. Raheema: Jurnal Studi Gender Dan Anak, 2019, 6.2: 245-256.
Siti Mar’ atussholihah, (2022). Hubungan Prilaku Anak Broken Home Dengan Tingkat Stres Pada Siswa SMAN 9 Pandeglang dan SMKN 6 Pandeglang. Universitas UIN Jakarta
Tresnasari, Ayra. Memoar Patah Hati dalam Fotografi Ekspresi. Diss. Institut Seni Indonesia Yogyakarta, 2018.
Yusuf, Sitituhfatus Saniyah. Resiliensi pada Remaja yang Mengalami Kehilangan Figur Kedua Orang Tua. Diss. Universitas Medan Area, 2024. (Hafiza & Mawarpury, 2018)
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Suci Mulya Asdrianti, Richardvans (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright @2022. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/) which permits unrestricted commercial used, distribution and reproduction in any medium
Ezra Science Bulletin is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



