UNSUR MUSIKAL DALAM KESENIAN TARI ADOK DALAM KAJIAN ESTETIKA

Authors

  • Indah Nanda Putri Institut Seni Indonesia Padangpanjang
  • M. Halim Institut Seni Indonesia Padangpanjang

DOI:

https://doi.org/10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.512

Keywords:

Tari Adok, unsur musikal, estetika, kesenian tradisional, Minangkabau

Abstract

Kesenian Tari Adok merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan tradisional yang berkembang di Nagari Paninggahan, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Tari ini tidak hanya menampilkan gerak tari yang khas, tetapi juga didukung oleh unsur musikal yang memiliki peran penting dalam membangun struktur, suasana, dan nilai estetika pertunjukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji unsur musikal dalam kesenian Tari Adok ditinjau dari perspektif estetika, meliputi instrumen musik, pola ritme, melodi, tempo, dan hubungan musik dengan gerak tari. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dengan seniman dan tokoh adat, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur musikal dalam Tari Adok berfungsi sebagai pengatur dinamika gerak, penegas makna simbolik, serta pembentuk keindahan pertunjukan secara keseluruhan. Secara estetis, musik Tari Adok mencerminkan nilai-nilai budaya Minangkabau yang berakar pada tradisi, kebersamaan, dan ekspresi rasa masyarakat Paninggahan.

References

Blacking, J. (1973). How Musical Is Man? Seattle: University of Washington Press.

Dewey, J. (1934). Art as Experience. New York: Perigee Books.

Djelantik, A. A. M. (1999). Estetika: Sebuah Pengantar. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia (MSPI).

Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.

Hadi, Y. Sumandiyo. (2007). Kajian Tari: Teks dan Konteks. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.

Humphrey, D. (1959). The Art of Making Dances. New York: Grove Press.

Kartomi, M. J. (1990). On Concepts and Classifications of Musical Instruments. Chicago: University of Chicago Press.

Laban, R. (1971). The Mastery of Movement. London: Macdonald & Evans.

Langer, S. K. (1953). Feeling and Form. New York: Charles Scribner’s Sons.

Merriam, A. P. (1964). The Anthropology of Music. Evanston: Northwestern University Press.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Royce, A. P. (1977). The Anthropology of Dance. Bloomington: Indiana University Press.

Schechner, R. (2002). Performance Studies: An Introduction. New York: Routledge.

Soedarsono, R. M. (1999). Seni Pertunjukan Indonesia dan Pariwisata. Bandung: MSPI.

Soedarsono, R. M. (2002). Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Downloads

Published

2025-12-21

How to Cite

Putri, I. N., & M. Halim. (2025). UNSUR MUSIKAL DALAM KESENIAN TARI ADOK DALAM KAJIAN ESTETIKA . EZRA SCIENCE BULLETIN, 3(2), 2236–2242. https://doi.org/10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.512