LAGU TAMBUA TANSA GARAGAHAN LUBUAK BASUANG SEBAGAI REPRESENTASI IDENTITAS BUDAYA MASYARAKAT MINANGKABAU DI KABUPATEN AGAM, SUMATERA BARAT
DOI:
https://doi.org/10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.515Keywords:
Tambua Tansa, Garagahan, Lubuak Basuang, Musik Tradisional, MinangkabauAbstract
Tambua Tansa merupakan salah satu kesenian musik tradisional Minangkabau yang memiliki peranan penting dalam kehidupan sosial, adat, dan budaya masyarakat Sumatera Barat. Di Nagari Lubuak Basuang, Kabupaten Agam, kesenian ini berkembang dengan pola garagahan yang khas dan menjadi identitas musikal masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bentuk musikal, fungsi sosial, serta makna budaya Lagu Tambua Tansa Garagahan Lubuak Basuang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnomusikologi, melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lagu Tambua Tansa tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga berperan sebagai media komunikasi adat, penguat solidaritas sosial, serta simbol kebersamaan dan kekuatan kolektif masyarakat Minangkabau. Garagahan Lubuak Basuang memperlihatkan ciri ritmis yang dinamis, tempo cepat, dan pola pukulan yang menegaskan karakter masyarakatnya yang tegas dan bersemangat.
References
Djohan, R. (2009). Musik tradisi sebagai media komunikasi simbolik: Studi etnomusikologi di Indonesia. Jakarta: Pustaka Musika.
Geertz, C. (1992). The interpretation of cultures. New York: Basic Books.
Hall, S. (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. London: Sage Publications.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi (Cetakan ke-2). Jakarta: Rineka Cipta.
Merriam, A. P. (1964). The anthropology of music. Chicago: Northwestern University Press.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Navis, A. A. (1984). Falsafah Minangkabau: Alam takambang jadi guru. Jakarta: Grafiti Pers.
Nettl, B. (2005). The study of ethnomusicology: Thirty-one issues and concepts (2nd ed.). Urbana: University of Illinois Press.
Spradley, J. P. (1980). Participant observation. New York: Holt, Rinehart & Winston.
Sedyawati, E. (2006). Pengantar seni budaya Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Supanggah, R. (2002). Musik tradisi Indonesia: Teori dan praktik. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Press
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Seprinaldi, Syahril Anton (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright @2022. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/) which permits unrestricted commercial used, distribution and reproduction in any medium
Ezra Science Bulletin is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


