PANTUN BADONDONG: ESTETIKA UNSUR MUSIKAL TRADISI LISAN MASYARAKAT LIMA KOTO KAMPAR

Authors

  • Restu Mahendra Institut Seni Indonesia Padangpanjang
  • Asep Saepul Haris Institut Seni Indonesia Padangpanjang

DOI:

https://doi.org/10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.516

Keywords:

Pantun Badondong, tradisi lisan, estetika musikal, etnomusikologi, Kampar

Abstract

Pantun Badondong merupakan salah satu tradisi lisan yang hidup dan berkembang di wilayah adat Lima Koto, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Kesenian ini disajikan dalam bentuk pantun yang dilagukan secara berbalas dengan pola musikal tertentu, sehingga menghadirkan nilai estetika yang khas dan merefleksikan identitas budaya masyarakat pendukungnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji estetika dalam unsur musikal Pantun Badondong yang meliputi melodi, ritme, tempo, dinamika, serta hubungan antara teks pantun dan musikalitasnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnomusikologi dan estetika, melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estetika musikal Pantun Badondong terletak pada kesederhanaan struktur melodi yang repetitif, fleksibilitas ritme yang mengikuti alur pantun, serta ekspresi vokal yang sarat makna simbolik dan emosional. Unsur musikal tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media komunikasi nilai-nilai adat, etika sosial, dan kebersamaan dalam masyarakat Lima Koto.

References

Baumgarten, A. G. (1750). Aesthetica. Frankfurt: Johann Christian Kleyb.

Blacking, J. (1973). How Musical Is Man? Seattle: University of Washington Press.

Dewey, J. (1934). Art as Experience. New York: Perigee Books.

Djelantik, A. A. M. (1999). Estetika: Sebuah Pengantar. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

Finnegan, R. (1992). Oral Traditions and the Verbal Arts: A Guide to Research Practices. London: Routledge.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi (Edisi revisi). Jakarta: Rineka Cipta.

Lord, A. B. (1960). The Singer of Tales. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Merriam, A. P. (1964). The Anthropology of Music. Evanston: Northwestern University Press.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nettl, B. (2005). The Study of Ethnomusicology: Thirty-One Issues and Concepts. Urbana & Chicago: University of Illinois Press.

Ong, W. J. (1982). Orality and Literacy: The Technologizing of the Word. London: Methuen.

Spradley, J. P. (1980). Participant Observation. New York: Holt, Rinehart and Winston.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Downloads

Published

2025-12-21

How to Cite

Mahendra, R., & Haris, A. S. (2025). PANTUN BADONDONG: ESTETIKA UNSUR MUSIKAL TRADISI LISAN MASYARAKAT LIMA KOTO KAMPAR. EZRA SCIENCE BULLETIN, 3(2), 2252–2258. https://doi.org/10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.516