INTERAKSI MUSISI DAN PENONTON ORGEN TUNGGAL PADA LAGU RATOK PASAMAN DI BUKITTINGGI

Authors

  • Hazifa Hayatul Wina Institut Seni Indonesia Padangpanjang
  • Wilma Sriwulan Insititut Seni Indonesia Padangpanjang

DOI:

https://doi.org/10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.521

Keywords:

Ratok Pasaman; pertunjukan musik; orgen Tunggal; interaksi Musisi.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk interaksi yang terjadi antara musisi orgen tunggal dan penonton selama pertunjukan lagu Ratok Pasaman, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi tersebut dalam konteks acara resepsi pernikahan di Kota Bukittinggi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi yang kuat antara musisi dan penonton, di mana musik tidak hanya menjadi tontonan pasif, melainkan ruang partisipasi emosional dan ekspresi bersama. Lagu Ratok Pasaman tidak sekadar berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi simbol ekspresi budaya kolektif masyarakat Minangkabau, terutama dalam merayakan momen sakral seperti pernikahan. Interaksi intens ini terjadi terutama pada sesi malam hari, dimulai pukul 20.00. Penonton terlibat aktif melalui nyanyian bersama, joget, tepuk tangan, hingga pemberian saweran kepada penyanyi. Secara keseluruhan, pertunjukan lagu Ratok Pasaman dalam orgen tunggal mencerminkan musik tradisional Minangkabau yang hidup, dinamis, dan adaptif dalam ruang sosial modern.

References

Abdullah, Taufik. 2009. Adat dan Islam: Perspektif Sejarah Minangkabau. Jakarta: LP3ES.

Bogdan, R. C., & Taylor, S.J. 1975. “Introduction to Qualitative Research Methods: A Phenomenological Approach To The Social Sciences”. Wiley: New York.

Bogdan, Robert C. & Steven J. Taylor. 1992. “Introduction to Qualitative Research Methotds : A Phenomenological Approach In The Socialsciences”, Alih Bahasa Arief Furchan, Jhon Wiley Dan Sons. Surabaya : Usaha Nasional.

Bruner, J. 1990.”Acts Of Meaning. Cambridge”, MA: Harvard University Press.

Bruner, J. S. (1956). A Study of Thinking. New York: John Wiley & Sons

Fabianus, D. C. (2023). Relasi Musikal Antara Pemusik dengan Penonton Parkiran Jazz di Surakarta. Tamumatra: Jurnal Seni Pertunjukan, 6(1), 20–30. https://doi.org/10.29408/tmmt.v6i1.4621

Novita, U., & Asril, A. (2022). Interaksi Pendendang dengan Penonton dalam Pertunjukan Saluang Dendang. Laboratory Journal: Jurnal Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, 3(2), 114–123. Partowisastro, S. 2003. Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.

Pratiwi, D. 2020. “Pertunjukan Organ Tunggal Pada Acara Pernikahan Di Kelurahan Indralaya Mulya Kabupaten Ogan Ilir”. Empirika, 5(2), 83.

Prier SJ, Karl-Edmund . 1992. Ilmu Musik 1: Teori Musik Dasar. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi. Rustim, R., & Simatupang, G. L. L. (2019). Interaksi Sosial Tradisi Bagurau Saluang Dendang Minangkabau di Sumatera Barat. Resital: Jurnal Seni Pertunjukan, 20(1), 36–51. https://doi.org/10.24821/resital.v20i1.3509

Sriwulan, W., Irwan, I., Kasman, S., Hendri, Y., Erizal, E., & Erizal, M. (2023). Minang Women’s Music in Matrilineal Kinship: Revealing the Boundaries of Ethics and Performance Aesthetics. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 23(2), 101–115. https://doi.org/10.15294/harmonia.v23i2.38229

Sugiyono. 2007. “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif”. Alfabeta: Bandung.

Suharto, S. 2006. “Permasalahan Musikal dan Lingual dalam Penerjemahan Lirik Lagu”. Journal Of Arts Research And Education, 7(2), 1-8.

Sutarga, Amir. 1991. Sistem Sosial Budaya Indonesia: Adat Minangkabau Dan Transformasinya. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Syamsir, Dedi. 2012. “Modernisasi dan Perubahan Adat dalam Perkawinan Minangkabau.” Jurnal Antropologi Indonesia.

Turner, V. (1969). The Ritual Process: Structure and Anti-Structure. Chicago: Aldine Publishing.

Downloads

Published

2026-01-14

How to Cite

Wina, H. H., & Wilma Sriwulan. (2026). INTERAKSI MUSISI DAN PENONTON ORGEN TUNGGAL PADA LAGU RATOK PASAMAN DI BUKITTINGGI. EZRA SCIENCE BULLETIN, 4(1), 22–34. https://doi.org/10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.521