ESTETIKA MUSIK TRADISI SYARAFAL ANAM PADA GRUP PERAMA DI KOTA BENGKULU

Authors

  • Anissa Fadillah Dita Institut Seni Indonesia Padangpanjang
  • Nursyirwan Institut Seni Indonesia Padangpanjang
  • Irwan Institut Seni Indonesia Padangpanjang
  • Awerman Institut Seni Indonesia Padangpanjang

DOI:

https://doi.org/10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.557

Keywords:

Estetika, Syarafal Anam, PERAMA, Tradisional, Bengkulu.

Abstract

Estetika dalam Syarafal Anam tercermin dari keselarasan syair yang sarat pujian kepada Nabi Muhammad SAW, ritme rebana yang dinamis dan ritmis, ekspresi vokal yang penuh penghayatan, serta suasana khusyuk yang terbangun selama pertunjukan. Pertunjukan ini tidak hanya menjadi hiburan spiritual, tetapi juga ruang aktualisasi nilai nilai religius dan budaya yang diwariskan secara turun- temurun oleh masyarakat Lembak. Penelitian ini mengkaji estetika musik tradisional Syarafal Anam pada grup PERAMA (Perkumpulan Rebana Panorama) di Kota Bengkulu, yang merupakan bagian dari tradisi keagamaan masyarakat suku Lembak. Fokus utama penelitian ini adalah mendeskripsikan unsur musikal, makna, dan bentuk penyajian dalam pertunjukan Syarafal Anam, serta menelaah persepsi keindahan dari para pelaku dan masyarakat pendukungnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan observasi langsung, wawancara, dokumentasi, dan analisis musikologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keindahan Syarafal Anam tidak hanya terletak pada aspek musikal, tetapi juga dalam nilai spiritual, kebersamaan, dan kekuatan tradisi yang terus dipertahankan hingga kini. Pertunjukan ini menjadi media dakwah, sarana pembelajaran sosial, serta penguat identitas budaya lokal yang melekat erat pada kehidupan masyarakat.

Author Biography

Nursyirwan, Institut Seni Indonesia Padangpanjang

2. Nursyirwan – nursyirwan@isi-padangpanjang.ac.id

References

Amelia, R. & Hudaidah. “Tradisi Sarafal Anam Suku Lembak Provinsi Bengkulu”, Kronik: Journal of History Education and Historiography, Vol. 5, No. 1 Juni 2021, Departemen Pendidikan Sejarah FISIP: Universitas Negeri Surabaya.

Asral, K., Nursyirwan, N., & Minawati, R. (2017). “Estetika musik Kompang di Bengkalis, Riau”. Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni, 2(2), 217–781. Indonesian Institute of the Arts Padang Panjang.

Bisri. (2024). “Syarafal Anam sebagai Identitas Adat Melayu Bengkulu”. Artikel Radio Republik Indonesia. Bengkulu: Kota Bengkulu.

Dali, Z., Nikman.M., Walid. A., Siddiq. A. (2025). Seni Budaya Syarafal Anam di Suku Lembak Bengkulu (Histori, Fungsi, dan Penerapan). Bengkulu: Alifba Media.

Djelantik, A. A. M. (1999). Estetika: Sebuah Pengantar. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

Hariadi, N. (2019). “Eksistensi dan pewarisan seni Islam Syarafal Anam di Kabupaten Kaur.” Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya, Vol. 5, No. 2, Tahun 2019. Kaur: Provinsi Bengkulu

Lubis, Nurhayati. (2015). Seni dalam Islam: Estetika, Tradisi dan Nilai-nilai Religius. Jakarta: Prenadamedia.

Moleong, L. J. (2000). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muhtar, S. W. (2020). “Penyajian Musik Tradisional Gandrang dalam Prosesi Akkorongtigi”. Nuansa: Journal of Arts and Design, Vol. 4, No. 2 , Februari 2021. Program Studi Pendidikan Seni Rupa: Pascasarjana Universitas Negeri Makassar.

Pemerintah Provinsi Bengkulu. (2025). Sekilas Bengkulu “Informasi Geografis dan Administrati”. Bengkulu: Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Bengkulu.

Sugiartha, I. G. A. (2015). “Bentuk dan Konsep Estetik Musik Tradisional Bali. Panggung: Jurnal Seni Budaya. 25(1), 46–60. Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung.

Tarobin, M. (2015). “Seni Syarafal Anam di Bengkulu: Makna, Fungsi dan pelestarian”. Jurnal Bimas Islam. Vol. 8, No. 2, Mei 2015, 265–296. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama.

Tengku, R. (2025). “Musik Tradisional Melayu Riau: Refleksi Sosial dan Budaya Masyarakat Melayu”. Jurnal Syntax Admiration. 6(1), 947–961. Universitas Islam Riau.

Yolanda, G. (2022). “Komunikasi Ritual Tradisi Syarafal Anam di Kota Bengkulu” Skripsi. Bengkulu: Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno.

Yuspita, A. N. (2019). “Sejarah dan Kontribusi Kesenian Syarafal Anam terhadap Tradisi dan Religiusitas Masyarakat Desa Kelobak, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang” Skripsi. Bengkulu: Institut Agama Islam Negeri.

Zakaria, J. (2019). “Makna dan fungsi Syarafal Anam dalam acara pernikahan suku Lembak di Kelurahan Pagar Dewa, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu”. Lateralisasi: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(2), 28–34. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Bengkulu.

Downloads

Published

2026-03-19

How to Cite

Dita, A. F., Nursyirwan, Irwan, & Awerman. (2026). ESTETIKA MUSIK TRADISI SYARAFAL ANAM PADA GRUP PERAMA DI KOTA BENGKULU. EZRA SCIENCE BULLETIN, 4(1), 326–337. https://doi.org/10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.557