SENI SASTRA: LISAN REJUNG DALAM ACARA PERNIKAHAN SUKU SERAWAI, KABUPATEN SELUMA

Authors

  • Anissa Apriani Institut Seni Indonesia Padang Panjang

DOI:

https://doi.org/10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.570

Keywords:

Rejung, sastra lisan, komunitas Serawai, pernikahan konvensional, budaya tradisional

Abstract

Rejung adalah salah satu jenis sastra lisan tradisional yang digunakan oleh penduduk Serawai di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Kesenian ini menggunakan pantun yang dilagukan untuk menyampaikan perasaan, nasihat, dan komunikasi sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana pertunjukan Rejung berfungsi dalam acara pernikahan adat Serawai dan menjelaskan keberadaannya saat ini. Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan penelitian pustaka tentang kesenian Rejung. Menurut hasil penelitian, Rejung muncul dalam berbagai upacara pernikahan adat setelah akad nikah dan termasuk dalam tarian Andun. Pesan sosial, ungkapan perasaan, harapan, dan nasihat dimasukkan ke dalam syair-syair yang dibawakan. Semuanya disampaikan dalam bentuk pantun berirama. Tokoh adat, masyarakat, dan kelompok seni tradisional adalah pelaku utama dalam Pertunjukan Rejung. Namun, minat generasi muda terhadap Rejung semakin berkurang seiring berjalannya waktu. Faktor utama yang menyebabkan penurunan praktik kesenian ini adalah dominasi hiburan kontemporer dan penggunaan bahasa daerah yang semakin terbatas. Akibatnya, upaya pelestarian diperlukan agar Rejung tetap dikenal dan diwariskan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Serawai untuk generasi berikutnya.

References

Abrams, M. H. (2009). A glossary of literary terms (8th ed.). Cengage Learning.

Anggelina, M., Rosyidah, U., & Setyawati, A. (2023). Analisis kemampuan siswa menyelesaikan soal matematika berbentuk cerita pada siswa kelas X SMK Negeri 1 Pekalongan. Jurnal Ilmiah Matematika Realistik, 4(1), 89–95.

Anggraini, A. S., Chanafiah, Y., & Sarwono, S. (2023). Analisis struktur dan diksi dalam sastra lisan rejung suku Serawai. Jurnal Ilmiah KORPUS, 7(1), 149–161. https://ejournal.unib.ac.id/korpus/article/view/24608

Dharsono. (2007). Estetika. Rekayasa Sains.

Kazha, C. (2023). Analisis unsur pembangunan struktural puisi “Tiada” karya Joko Pinurbo. Aktivisme: Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik dan Sosial, 1(3). https://journal.ariphi.or.id/index.php/Aktivisme/article/view/8

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.

Downloads

Published

2026-06-11

How to Cite

Anissa Apriani. (2026). SENI SASTRA: LISAN REJUNG DALAM ACARA PERNIKAHAN SUKU SERAWAI, KABUPATEN SELUMA. EZRA SCIENCE BULLETIN, 4(1), 449–455. https://doi.org/10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.570