ESTETIKA TAPUAK GALEMBONG DALAM RANDAI

Authors

  • Taufik Hidayat Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Indonesia
  • Kevin Asraf Rafiyel Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Indonesia
  • I.D.N Supenida Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Indonesia
  • Asfalah Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.580

Keywords:

estetika, randai, Minangkabau, seni pertunjukan, budaya, identitas.

Abstract

Artikel ini membahas tentang estetika dalam tradisi randai Minangkabau, sebuah bentuk seni pertunjukan yang menggabungkan unsur teater, musik, tarian, dan seni bela diri. Randai memiliki akar budaya yang kuat dalam masyarakat Minangkabau dan telah berkembang sebagai sarana untuk menyampaikan nilai-nilai sosial, filosofis, serta keagamaan. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi elemen-elemen estetika dalam randai, baik dari segi visual, musikal, maupun dramaturgis, serta bagaimana elemen-elemen tersebut berinteraksi untuk menciptakan pengalaman estetis yang khas. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis struktur pertunjukan randai dan mengaitkannya dengan konsep estetika tradisional yang berkembang di ranah Minangkabau. Penelitian ini juga mengungkapkan bagaimana randai berfungsi sebagai media untuk melestarikan dan mengkomunikasikan kearifan lokal serta memperkuat identitas budaya Minangkabau. Hasil studi ini menunjukkan bahwa estetika randai bukan hanya terletak pada bentuk visual atau performatifnya, tetapi juga pada keterpaduan antara nilai-nilai budaya, pesan moral, dan interaksi antara penampil dan penonton yang menciptakan dimensi estetika yang dinamis dan mendalam.

References

Artaud, A. (1958). The theatre and its double. Grove Press.

Barthes, R. (1977). Image, music, text (S. Heath, Trans.). Hill & Wang.

Brown, S. (2008). The psychology of music: Emotional communication in rhythm and sound. Oxford University Press.

Collingwood, R. G. (1938). The principles of art. Oxford University Press.

Djelantik, A. A. M. (1999). Estetika: Sebuah pengantar. Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

Goffman, E. (1959). The presentation of self in everyday life. Doubleday.

Hanna, J. L. (1987). To dance is human: A theory of human movement. University of Chicago Press.

Jakobson, R. (1960). Closing statement: Linguistics and poetics. In T. Sebeok (Ed.), Style in language (pp. 350–377). MIT Press.

Kepner, J. (2004). The aesthetic experience: Its meaning in art and society. Routledge.

Malinowski, B. (1961). A scientific theory of culture. Oxford University Press.

Merriam, A. P. (1964). The anthropology of music. Northwestern University Press.

Munro, T. (1978). An introduction to music and art. Prentice Hall.

Rustiyanti, S. (2014). Estetika pertunjukan Randai Minangkabau. Sunan Ambu Press.

Syafniati. (2015). Musik teater tradisional Randai Pandeka Mudo di Desa Tabu Baraia Paninjauan. Padang: Universitas Negeri Padang.

Schechner, R. (2003). Performance theory. Routledge.

Yow Yow Heptahei. (2015). Musik Randai Pandeka Mudo: Sebuah kajian musikal. Padang: Pusat Studi Randai Minangkabau.

Zulkifli. (1993). Randai sebagai teater rakyat Minangkabau di Sumatera Barat dalam dimensi sosial budaya. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Downloads

Published

2026-06-18

How to Cite

Hidayat, T., Rafiyel, K. A., Supenida, I., & Asfalah. (2026). ESTETIKA TAPUAK GALEMBONG DALAM RANDAI. EZRA SCIENCE BULLETIN, 4(1), 540–547. https://doi.org/10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.580