MARAWA SEBAGAI IDE PENCIPTAAN BUSANA ETNIK KONTEMPORER
DOI:
https://doi.org/10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.594Keywords:
Marawa, Minangkabau, Busana Etnik KontemporerAbstract
Marawa merupakan bendera tradisional masyarakat Minangkabau yang memiliki nilai filosofis dan budaya yang tinggi. Tiga warna utama pada Marawa, yaitu merah, kuning, dan hitam, melambangkan unsur adat, kepemimpinan, serta kekuatan yang menjadi identitas masyarakat Minangkabau. Metode penciptaan yang digunakan meliputi tahap eksplorasi ide, perancangan desain, eksperimen bahan dan teknik hias, serta proses perwujudan karya. Unsur-unsur visual Marawa diterapkan pada pemilihan warna, siluet, detail dekoratif, dan komposisi desain busana sehingga menghasilkan karya yang tetap merepresentasikan identitas budaya Minangkabau dengan tampilan yang modern. Karya ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya Minangkabau serta menjadi alternatif pengembangan desain busana etnik yang relevan dengan kebutuhan dan selera masyarakat masa kini. Penggunaan warna khas Marawa serta pengolahan bentuk yang inovatif mampu menghadirkan busana yang memiliki nilai artistik, fungsional, dan budaya. Busana ini diwujudkan dalam tiga tingkatan busana yaitu ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture. Untuk memperkenalkan karya kepada masyarakat busana ini dipublikasikan melalui pagelaran busana (fashion show) serta publikasi di media sosial sebagai sarana promosi dan edukasi.
References
Adlim Ayfazema. 2013. “Arti warna marawa menurut adat Minangkabau”. Artikel daring diunggahpada 15
April 2013 https://www.pasbana.com/2022/04/makna-marawa-dalam-masyarakat-minangkabau.htm
Asmaniar. 2018. “Marawa Minangkabau Sebagai Aplikasi Pada Produk fashion”.Jurnal eProceedings Of Art,
Universitas Andalas.
Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI). 2005. Gaya Boedijono,Kontemporer Busana
Muslimah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Jumanda dkk, 2005. Aneka Pola Hias Tepi untuk sulam dan bordir. Jakarta: Puspa Swara, anggota IKAPI.
Kartika Natalia, 2020. Outher Tanpa Lengan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Kato, T. 2005. Adat Minangkabau dan Merantau dalam Perspektif Sejarah. Jakarta. PT Balai Pustaka.
Manggis, M. Rasjid, Dt. Radjo Panghoeloe. 1987. Minangkabau Sejarah Ringkas dan Adatnya. Jakarta:
Mutiara Sumber Widya Offset.
Nugroho Sarwo. 2015. Manajemen Warna Dan Desain. Yogyakarta: Andi. Parsada, J. 2017. "Ondeh
Marawa", Online Journal of ISI Yogyakarta, Vol. 6, No.1. http://digilib.isi.ac.id
Widarwati S. 2000. Disain Busana I. Yogyakarta: Jurusan PKK FT UNY.
Widarwati, S. 2000. Desain Busana II. Yogyakarta: FT UNY.
Sachari, A. 2002. Estetika: Makna, Simbol dan Daya. Bandung: Penerbit ITB.
Sanyoto S.E. 2009. Nirmana Elemen-Elemen Seni dan Desain. Yogyakarta: Jalasut
Sonya, N, K, G., & Sukmadewi, l. A. K. S. 2021. Badama Cakra: “Metafora Sosio Kultural dalam Busana Gaya Exotic Dramatic”. BHUMIDEVI: Jurnal of Fashion Design, 1(1), 56-67.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nanda Aulia, Nofi Rahmanita (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright @2022. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/) which permits unrestricted commercial used, distribution and reproduction in any medium
Ezra Science Bulletin is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


