KIMONO DALAM FEMININE ROMANTIC STYLE
DOI:
https://doi.org/10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.600Keywords:
Kimono, Feminine Romantic Style, Manipulasi Bahan DekoratifAbstract
Kimono merupakan busana tradisional Jepang yang ikonik dengan karakteristik siluet berbentuk T, potongan lurus, serta sistem layering yang anggun dan terstruktur. Koleksi ini, terinspirasi dari struktur dasar dan keanggunan visual kimono yang diwujudkan menjadi sebuah busana kontemporer berpendekatan feminine romantic style tanpa menghilangkan identitas utamanya. Koleksi busana kontemporer yang dihasilkan, meliputi tiga tingkatan busana, merepresentasikan kelembutan dan detail estetis melalui teknik pengolahan siluet, tekstur, dan manipulasi bahan dekoratif seperti bunga, ruffle, flounce, dan korsase. Warna-warna yang digunakan, didominasi oleh palet warna pastel, terinspirasi langsung dari kesan lembut, anggun, dan feminin. Bahan yang digunakan untuk membuat karya ini disesuaikan dengan kebutuhan struktur tiap tingkatan busana, serta mengombinasikan Songket Palembang sebagai aksen dekoratif untuk memperkaya nilai kultural. Proses penciptaan koleksi busana kontemporer terinspirasi struktur kimono meliputi tahap eksplorasi melalui studi pustaka dan observasi, perancangan konsep, serta sketsa desain. Desain diwujudkan dalam satu koleksi berjudul Kimono Hanagatari yang terdiri dari tiga karya: Mizuhana (Ready to Wear), Hana no Mai (Ready to Wear Deluxe), dan Hana Tenshi (Haute Couture) bersumber ide dari jenis yukata, homongi, dan uchikake, serta disajikan melalui pagelaran busana atau fashion show.
References
Alenezi, M. (2020). Researching social media in digital age: Reflections on "observation" as a data collection method. International Journal of English Language & Translation Studies, 8 (3), 38–44.
Arsita, N., & Sanjaya, V. F. (2021). Pengaruh gaya hidup dan trend fashion terhadap keputusan pembelian online produk fashion pada media sosial Instagram. Jurnal Ilmu Manajemen Saburai, 7 (2), 125–131.
Gustami, S. (2007). Butir-butir mutiara estetika timur: Ide dasar penciptaan seni kriya Indonesia.
Prasista. Indrianti, P. (2017). Analisis gaya busana kerja muslimah: Studi kasus pekerjaan sektor formal di Kota Jakarta. Rupa, 2 (1), 1–75.
Kanaya, P. B., & Prihatina, Y. I. (2023). Penerapan spiral flounce pada evening dress dengan tema Lucullian of Camelia. Journal of Fashion & Textile Design Unesa, 9–17.
Mufida, R., & Mayasari, P. (2023). Penerapan payet pada cocktail dress di Butik By Esther Jean Surabaya. Jurnal Online Tata Busana, 12 (2), 1–7.
Nurlita, A. A., & Maeliah, M. (n.d.). Penerapan hasil belajar desain hiasan busana pada pembuatan hiasan lekapan adi busana. Universitas Pendidikan Indonesia. Parafitasari, F. S., & Siagian,
M. C. A. (2019). Pengembangan komposisi dan desain aplikasi ruffle pada busana wanita. Jurnal ATRAT, 7 (2), 120–127.
Sasanti, N. S., & Milanguni, A. H. (2024). Kimono dan kebaya pakaian adat wanita Jepang dan Jawa. Bahasa, Seni dan Pengajarannya, 11–21.
Sobocan, J. (2024). The guide to kimono: A handbook to identifying, dating, and pricing antique and vintage Japanese kimono.
Schiffer + ORM. Suciati. (2009). Moodboard sebagai media pembelajaran yang berorientasi pada produk kreatif bidang busana dan kriya tekstil. 217–224.).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ciha Septia Rifalda , Desra Imelda, Mega Kencana, Desi Trisnawati (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright @2022. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/) which permits unrestricted commercial used, distribution and reproduction in any medium
Ezra Science Bulletin is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


