“JINJIT” DALAM TARI BARAMPEK SEBAGAI BENTUK REFLEKSI MASYARAKAT NELAYAN PESISIR NATAL DI MANDAILING NATAL PROVINSI SUMATERA UTARA
DOI:
https://doi.org/10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.375Keywords:
Semiotika, Budaya Lokal, Gerakan jinjit, Tari BarampekAbstract
Penelitian ini membahas makna simbolik gerakan jinjit yang menjadi gerakan dominan dalam Tari Barampek, sebuah tari kreasi masyarakat nelayan pesisir Natal. Pendekatan teori semiotika Ferdinand de Saussure dan teori identitas Jonathan Rutherford digunakan untuk menganalisis bagaimana gerakan tersebut menjadi representasi identitas budaya masyarakat setempat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang datanya bersifat deskriptif yang selanjutnya dianalisis sesuai dengan tuntunan teori yang digunakan. Berdasarkan teori semiotika Saussure, gerakan jinjit berperan sebagai penanda (signifier) yang menghasilkan petanda (signified). Dapat dinyatakan bahwa gerakan jinjit dalam Tari Barampek tidak dapat dilepaskan dari konteks budaya asalnya sebagai masyarakat nelayan.
References
F.X Widaryanto. 2009. Metode Penelitian Kualitatif. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Hadi, Y. Sumandiyo. 2003. Aspek-Aspek Dasar Koreografi Kelompok. Yogyakarta : elKAPIH.
Hadi, Y. Sumandiyo. 2007. Panggung, Pentas, dan Pertunjukan. Yogyakarta : Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Hadi, Y. Sumandiyo. 2007. Sosiologi Tari. Yogyakarta. Pustaka.
Harymawan. 1993. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta.
Kemenag RI. (2019). Al-Qur’an Dan Terjemahan. Jakarta: Departemen Agama Republik Indonesia.
Piliang, Yasraf Amir. 2003. Hipersemiotika: Tafsir Cultural Studies Atas Matinya Makna. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.
Piliang, Yasraf Amir. 2004. Dunia Yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan. Yogyakarta. Jalasutra.
Soedarsono. 1967. Melacak Jejak Perkembangan Seni di Indonesia. Jakarta : Rineka Cipta.
Soedarsono. 1997. Metodologi Penelitian (Sebuah Pengantar Bidang Pendidikan). Jakarta : Rineka Cipta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mashitoh Salsabila Efendi , Hardi, Ernida Kadir, Syielvi Dwi Febrianti (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright @2022. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/) which permits unrestricted commercial used, distribution and reproduction in any medium
Ezra Science Bulletin is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


