TARI BAGURAU SEBAGAI PENDUKUNG PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF SANGGAR DI KOTA BUKITTINGGI

Authors

  • Nuerma Falianti Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Indonesia
  • Hardi Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Indonesia
  • Yesriva Nursyam Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Indonesia
  • Sri Meiweni Basrah Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.604

Keywords:

Tari Bagurau, ekonomi kreatif, sanggar seni, Kota Bukittinggi.

Abstract

Tari Bagurau merupakan salah satu tari kreasi Minangkabau yang masih ditampilkan dalam berbagai kegiatan masyarakat, seperti pesta pernikahan, penyambutan tamu, kegiatan budaya, dan pariwisata. Selain berfungsi sebagai sarana hiburan dan pelestarian budaya, Tari Bagurau juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan oleh sanggar seni di Kota Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan Tari Bagurau, menganalisis pemanfaatannya sebagai pendukung pengembangan ekonomi kreatif, serta mendeskripsikan bentuk promosi yang dilakukan oleh sanggar seni di Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Penelitian dilakukan pada Tari Bagurau yang dikelola oleh Sanggar Puti Limo Jurai, Sanggar Dalamak Kaco, dan Sanggar Gastarana di Kota Bukittinggi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori ekonomi kreatif John Howkins yang menjelaskan bahwa kreativitas dan keterampilan dapat menghasilkan nilai ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Bagurau dimanfaatkan sebagai bagian dari paket pertunjukan yang ditawarkan sanggar dalam berbagai kegiatan masyarakat. Pengelolaan, pengemasan, dan promosi melalui media sosial turut mendukung keberlangsungan pertunjukan Tari Bagurau serta memperluas jangkauan pemasarannya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Tari Bagurau tidak hanya berperan sebagai media pelestarian budaya Minangkabau, tetapi juga menjadi pendukung pengembangan ekonomi kreatif yang memberikan manfaat ekonomi bagi sanggar seni di Kota Bukittinggi.

References

Asdana, F., & Jamilah, A. (2020). Proses Penciptaan Karya Tari Addiction. Program Studi Seni Tari, Jurusan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni dan Desain, Universitas Negeri Makassar.

Bungin, B. (2011). Metodologi penelitian kualitatif: Aktualisasi metodologis ke arah ragam varian kontemporer. Rajawali Pers.

Haryono. (2012). Koreografi: Bentuk, teknik, dan isi. Cipta Media.

Howkins, J. (2001). The creative economy: How people make money from ideas. Penguin Books.

Inra, Andi Nur Asri. (2019). Peningkatan Kreativitas Membuat Desain Kelompok Melalui Pembelajaran Tari (Gandrang Bulo) pada Siswa Kelas VII di SMP Negeri 19 Makassar. Skripsi, Universitas Negeri Makassar.

Soedarsono. (1977). Tari-tarian Indonesia I. Proyek Pengembangan Media Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi kedua). Alfabeta.

Tjiptono, F. (2008). Strategi pemasaran (Edisi ke-3). Andi.

Downloads

Published

2026-07-20

How to Cite

Falianti, N., Hardi, Yesriva Nursyam, & Sri Meiweni Basrah. (2026). TARI BAGURAU SEBAGAI PENDUKUNG PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF SANGGAR DI KOTA BUKITTINGGI. EZRA SCIENCE BULLETIN, 4(2), 766–781. https://doi.org/10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.604