KARYA TARI “IDENTITAS YANG TERKIKIS” INTERPRETASI DARI AKTIVITAS PEREMPUAN DALAM PROSESI MAANTAAN TANDO DI KOTA PARIAMAN
DOI:
https://doi.org/10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.395Keywords:
Maantaan Tando, Koreografi, Tradisi, Identitas, Nilai-nilai BudayaAbstract
Karya tari “Identitas Yang Terkikis” terinspirasi dari fenomena sosial budaya yang ada di Dusun Ps. Hilalang, Desa Taluk, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman yaitu Tradisi Maantaan Tando. Tradisi Maantaan Tando merupakan sebuah tradisi pernikahan yang merajuk pada simbol atau tanda pengikat yang diberikan dari pihak keluarga perempuan kepada keluarga laki-laki sebagai bentuk pertunangan resmi. Tradisi ini bertujuan untuk menjaga silahturahmi antara kedua belah pihak., tradisi ini juga mengandung nilai kebersamaan, kegembiraan, gotong-royong dan saling tolong-menolong. Dari fenomena tersebut, pengkarya menerjemahkannya ke dalam bentuk koreografi berkelompok yang ditampilkan di Auditorium Boestanul Arifin Adam Institut Seni Indonesia Padangpanjang. Karya yang terbagi dalam tiga bagian ini ditampilkan oleh tujuh orang penari perempuan. Rias busana yang digunakan yaitu rias cantik panggung dan busana baju kurung kreasi berwarna crem dengan bawahan kain sarung pada bagian satu, baju kurung kreasi berwarna warni dengan celana longgar berwarna putih pada bagian dua. Metode yang digunakan dalam penggarapan karya ini adalah riset, rancangan konsep, alat perwujudan karya, kerja studio, dan konsep pertunjukan.
References
Abu Ahmadi. 2004. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Aditya Warman. 2024. "Nagari Barambun Malam". Laporan Karya. Padang Panjang: Institut Seni Institut Seni Indonesia Padangpanjang.
Arsal Bam. 2018. Pariaman Rantau Minang Yang Unik. Yogyakarta: Gre Publishing.
B, A. I. 2015. Euforia Penggunaan Gadget. Yogyakarta: Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Edi Sedyawati. 1981. Pertumbuhan Seni Pertunjukan. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Elly M. Setiadi. 2013. Ilmu Sosial Budaya Dasar: Edisi Ketiga. Jakarta: Kencana.
Muhammad Nasir. 2022. "Sabondong". Laporan Karya. Padang Panjang: Institut Seni Institut Seni Indonesia Padangpanjang.
Thorir Luth, M. 2014. "Euforia". Universitas Brawijaya. http://athohirluth.lecture.ub.ac.id/category/artikel/page/2/ (Diakses pada Maret 2025).
Y. Sumandiyo Hadi. 2005. Sosiologi Tari. Yogyakarta: Yogyakarta Pustaka.
__________. 2012. Koreografi Bentuk -Teknik. Yogyakarta: Cipta Media.
__________. 2023. Aspek Aspek Dasar Dalam Koreografi Kelompok. Denpasar: Elkapi.
__________ .2020. Tari Kontemporer Sebuah Fenomena keakuan, kekinian,kedisinian. Edisi pertama, ISI PRESS. Surakarta.
Yola Afrimanova. 2021. "Manganaan". Laporan Karya. Padang Panjang: Seni Institut Seni Indonesia Padangpanjang.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Serla Putri Maidarlita, Susas Rita Loravianti, Ali Sukri, Wardi Metro (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright @2022. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/) which permits unrestricted commercial used, distribution and reproduction in any medium
Ezra Science Bulletin is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



