EDUKASI TENTANG UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA MASA REMAJA DI DESA LEMINGGIR KECAMATAN MOJOSARI KABUPATEN MOJOKERTO

Authors

  • Elies Meilinawati SB Bina Sehat PPNI University

DOI:

https://doi.org/10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.485

Keywords:

remaja, Stunting, masa remaja

Abstract

Status gizi dan kesehatan ibu dan anak sebagai penentu kualitas sumber daya manusia, hal ini dibuktikan dengan adanya status gizi dan kesehatan ibu pada masa pra hamil, saat kehamilannya dan saat menyusui merupakan periode yang sangat kritis. Terjadinya stunting pada anak diakibatkan salah satunya oleh kondisi kesehatan ibu yang melahirkan dan saat semasa remaja. Remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah kesehatan. Adanya informasi baru mengenai sesuatu hal akan memberikan landasan kognitif baru bagi terbentuknya sikap seseorang. Audiovisual memberikan kontribusi yang sangat besar dalam perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam aspek informasi dan persuasi. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang upaya pencegahan stunting pada masa remaja melalui health education, remaja diberikan kuesioner pre test untuk mengukur pengetahuan sebelum kegiatan dimulai, kemudian dilakukan health education dengan media audio visual, setelah itu diberikan post test. Berdasarkan hasil dari Wilcoxon Signed Rank Test mengindikasikan bahwa median peringkat pretest (Mdn=95,00) berbeda signifikan dengan median peringkat posttest (Mdn=100,00), Z= 2,326, p < 0,05 berarti terdapat perbedaan skor yang signifikan antara sebelum dan sesudah dilakukan health education dengan menggunakan media audio visual (video) pada remaja atau terdapat peningkatan yang signifikan pengetahuan tentang pencegahan stunting pada masa remaja setelah dilakukan health education dengan menggunakan media audio visual (multimedia).

References

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2023). BUKU SAKU Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Kementrian Kesehatan RI.

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2024). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 Dalam Angka. Kementrian Kesehatan RI.

Budianto, A., Syahmani, S., & Istyadji, M. (2015). Komparasi Hasil Belajar Antara Strategi Predict-Discuss-Explain-Observe-Discuss-Explain (PDEODE) Berbasis Laboratorium Dan Berbasis Multimedia Pada Pembelajaran Kelarutan Dan Hasil Kali Kelarutan. Quantum, Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, 6(1), 1–7.

Huda, S. (2018). Strategi Peningkatan Kinerja Melalui Pelatihan Efektif. Yayasan Warkat Utama.

Kemenkes, R. I. (2016). Infodatin: Situasi Balita Pendek. Pusat Data Dan Informasi. Jakarta.

Muzayyaroh, M. (2021). Tingkat Pengetahuan Ibu Balita Tentang Stunting. Oksitosin: Jurnal Ilmiah Kebidanan, 8(2), 81–92.

Notoatmojo, S. (2003). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta.

Saadah, N. (2022). Monograf Mencegah dan Menangani Stunting di Daerah Lokus Stunting. Media Sains Indonesia.

Sanjaya, R. (2016). Multimedia Interaktif Pelatihan Service Excellent Menggunakan Pendekatan Story Based Learning. Jurnal Informatika, 3(1).

Simarmata, J. (2018). Teknologi Multimedia Dalam Pendidikan. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Pendidikan, 7.

Sudjana, N., & Ahmad, R. (2007). Teknologi Pengajaran. Sinar Baru Algensindo.

Winarso, H. (2005). Sosiologi komunikasi massa. Prestasi Pustaka.

Yulianti, E. (2015). Pengaruh Pelatihan Terhadap Kinerja Karyawan Grand Fatma Hotel di Tenggarong Kutai Kartanegara. E-Jurnal Administrasi Bisnis, 3(4), 900–910.

Downloads

Published

2025-12-01

How to Cite

Meilinawati SB, E. (2025). EDUKASI TENTANG UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA MASA REMAJA DI DESA LEMINGGIR KECAMATAN MOJOSARI KABUPATEN MOJOKERTO. EZRA SCIENCE BULLETIN, 3(2), 2050–2058. https://doi.org/10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.485