PROBLEMATIKA PEWARISAN KESENIAN ULU AMBEK PADA MASYARAKAT NAGARI SUNGAI ASAM KABUPATEN PADANG PARIAMAN PROVINSI SUMATERA BARAT

Authors

  • Nabila Salsabil Ramadhani Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Kota Padangpanjang, Indonesia
  • Kurniadi Ilham Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Kota Padangpanjang, Indonesia
  • Yesriva Nursyam Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Kota Padangpanjang, Indonesia
  • Ninon Syofia Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Kota Padangpanjang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.601

Keywords:

pewarisan budaya, kesenian tradisional, Ulu Ambek, problematika budaya

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk problematika pewarisan kesenian Ulu Ambek ada masyarakat Nagari Sungai Asam Kabupaten Padang Pariaman, serta menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya hambatan dalam proses transmisi antar generasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas guru Ulu Ambek, tokoh masyarakat, serta generasi muda. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk membantu menjawab dari permasalahan teori yang dipakai yaitu teori pewarisan budaya atau cultural transmission menurut Cavalli-Sforza dan Feldman (1981) dan teori problematika perubahan sosial menurut Murgiyanto (2018). Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika pewarisan kesenian Ulu Ambek pada masyarakat Nagari Sungai Asam Kabupaten Padang Pariaman terjadi akit adanya berbagai faktor yang berkaitan. Dimana adanya faktor internal yang dipengaruhi oleh kurang terlibatnya guru Ulu Ambek, tokoh adat dan masyarakat dalam memberi pembinaan. Selain itu, adanya faktor ekternal yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, pengaruh lingkungan pertemanan, serta treadisi merantau yang membuat minat generasi muda menurun. Permasalahan tersebut tidak menunjukan bahwa Ulu Ambek hilang dari kehidupan masyarakat, melainkan menunjukan adanya perubahan mekanisme pewarisan yang selama ini menjadi dasar keberlanjutan kesenian tersebut.

References

Afifuddin, & Saebani, B. A. (2009). Metodologi penelitian kualitatif. CV Pustaka Setia.

Arikunto, S. (2002). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Rev. ed.). Rineka Cipta.

Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Rev. ed.). Rineka Cipta.

Brandon, J. R. (1989). Seni pertunjukan di Asia Tenggara. Pustaka Jaya.

Cavalli-Sforza, L. L., & Feldman, M. W. (1981). Cultural transmission and evolution: A quantitative approach. Princeton University Press.

Ilham, W., Musa, N. M., & Amin, R. M. (2023). Pencak silat sebagai warisan budaya: Identitas lokal seni silat Ulu Ambek di Pariaman, Sumatera Barat. Al Mabhats: Jurnal Penelitian Sosial Agama, 8(1), 37–54.https://doi.org/10.47766/almabhats.v8i1.1046

Muhadjir, N. (1998). Metodologi penelitian kualitatif. Rake Sarasin.

Murgiyanto, S. (2015). Pertunjukan budaya dan akal sehat. Fakultas Seni Pertunjukan Institut Kesenian Jakarta.

Murgiyanto, S. (2018). Tradisi dan inovasi: Beberapa masalah tari di Indonesia. Wedatama Widya Sastra.

Rifa’i, M. A. (2024). Reduksi Data, Penyajian Data, Dan Penarikan Kesimpulan Dalam Penelitian Kualitatif. staidasumsel.ac.id.

Soedarsono, R. M. (1999). Metodologi penelitian seni pertunjukan dan seni rupa. Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

Soedarsono, R. M. (2002). Seni pertunjukan Indonesia di era globalisasi. Gadjah Mada University Press.

Sugiyono. (2007). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Widjaja, A. W. (1986). Manusia Indonesia: Individu, keluarga, dan masyarakat. Akademika Pressindo.

Downloads

Published

2026-07-20

How to Cite

Ramadhani, N. S., Kurniadi Ilham, Yesriva Nursyam, & Ninon Syofia. (2026). PROBLEMATIKA PEWARISAN KESENIAN ULU AMBEK PADA MASYARAKAT NAGARI SUNGAI ASAM KABUPATEN PADANG PARIAMAN PROVINSI SUMATERA BARAT. EZRA SCIENCE BULLETIN, 4(2), 730–743. https://doi.org/10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.601