KARYA TARI RAYUAN SANG BATU INTERPRETASI MITOS SISYPHUS SEBAGAI REFLEKSI PSIKOLOGI KORUPSI DI INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.618Keywords:
Sisyphus, hasrat, kekuasaan, psikologi korupsi.Abstract
Karya Tari Rayuan Sang Batu merupakan karya tari kontemporer yang terinspirasi dari mitos sisyphus dalam mitologi Yunani Kuno. Karya ini berangkat dari kegelisahan terhadap kondisi manusia yang terjebak dalam siklus hasrat, ambisi dan keinginan untuk meng uasai keadaan. Dalam karya ini, batu tidak hanya di maknai sebagai beban hukuman, tetapi juga sebagai simbol godaan, kekuasaan dan kenikmatan yang terus di kejar meskipun membawa penderitaan. Interpretasi tersebut di kaitkan dengan fenomena korupsi di Indonesia melalui perspektif psikologi korupsi, yaitu kondisi ketika manusia terus mengulangi penyalah gunaan kekuasaan karena dorongan hasrat dan kepentingan pribadi Penciptaan karya ini menggunakan pendekatan tari kontemporer dengan eksplorasi gerak yang menekankan pada tubuh sebagai representasi kondisi psikologi manusia. Bentuk gerak di kembangkan melalui gerakan repetitif, tekanan tubuh, dorongan dan ketegangan untuk menggambarkan hubungan manusia dengan hasrat yang memikat dirinya sendiri. Karya ini tidak menghadirkan korupsi secara langsung ,tetapi lebih menekankan pada refleksi batin manusia yang terjebak dalam siklus keinginan, hasrat ,kekuasaan dan keterikatan terhadap ambisi tanpa akhir.
References
Camus, A. (1955). The myth of Sisyphus and other essays (J. O'Brien, Trans.). Alfred A. Knopf. (Original work published 1942).
Djelantik, A. A. M. (1999). Estetika: Sebuah pengantar. Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
Dundes, A. (Ed.). (1984). Sacred narrative: Readings in the theory of myth. University of California Press.
Eliade, M. (1963). Myth and reality. Harper & Row.
Hadi, Y. S. (1990). Mencipta lewat tari: Creating through dance. Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Hadi, Y. S. (2003). Aspek-aspek dasar koreografi kelompok. Elkaphi.
Hadi, Y. S. (2007). Kajian tari: Teks dan konteks. Pustaka Book Publisher.
Hadi, Y. S. (2011). Koreografi: Bentuk, teknik, isi. Cipta Media.
Hadi, Y. S. (2012). Koreografi: Bentuk, teknik, isi. Cipta Media bekerja sama dengan Jurusan Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Hawkins, A. M. (1988). Creating through dance. Princeton Book Company.
Hawkins, A. M. (1991). Moving from within: A new method for dance making. American Dance Guild.
Jazuli, M. (2016). Peta dunia seni tari. CV Farishma Indonesia.
Langer, S. K. (1957). Problems of art: Ten philosophical lectures. Charles Scribner's Sons.
Murgiyanto, S. (2002). Kritik tari: Bekal dan kemampuan dasar. Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
Soedarsono. (1997). Tari-tarian Indonesia I. Direktorat Jenderal Kebudayaan.
Sumardjo, J. (2000). Filsafat seni. ITB.
Vivid Izziyana, W. (2016). Korupsi dalam dimensi kekuasaan. Law Pro Justitia, 1(2).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Laila Rahmah Tusa’diah, Wardi Metro, Yan Stevenson, Syahril (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright @2022. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/) which permits unrestricted commercial used, distribution and reproduction in any medium
Ezra Science Bulletin is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


