PENINGKATAN KAPASITAS KELUARGA DAN KADER POSYANDU DALAM DETEKSI DINI DAN PENDAMPINGAN KEHAMILAN RISIKO TINGGI

Authors

  • Umi Azizah Kusumaningrum Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto
  • Arief Andriyanto Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto

DOI:

https://doi.org/10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.581

Keywords:

Kehamilan Risiko Tinggi, Pendampingan Kehamilan, Keluarga

Abstract

Deteksi dini kehamilan risiko tinggi sangat penting untuk mencegah komplikasi maternal dan perinatal. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat menurunkan kejadian komplikasi kehamilan hingga 60%. Namun, masih banyak kasus kehamilan risiko tinggi yang terlambat terdeteksi karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali tanda-tanda bahaya kehamilan, baik oleh keluarga maupun kader kesehatan di tingkat masyarakat. Program pengmas ini bertujuan meningkatkan kapasitas keluarga dan kader posyandu dalam deteksi dini dan pendampingan kehamilan risiko tinggi di Wilayah Kerja Puskesmas Peterongan, Kabupaten Jombang. Program ini menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas. Peserta terdiri dari 30 kader posyandu dan 50 keluarga ibu hamil risiko tinggi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan (p<0,001) pada semua variabel: pengetahuan kader meningkat 52,3%, kemampuan skrining kader meningkat 61,4%, pengetahuan keluarga meningkat 47,8%, dan perilaku dukungan keluarga meningkat 44,6%. Pembentukan sistem pendampingan berbasis masyarakat yang berkelanjutan juga berhasil terwujud. Program ini terbukti efektif dan layak direplikasi sebagai strategi komunitas dalam mendukung penurunan angka kematian ibu.

References

Anggraini, D. D., Ningrum, T. P., & Rahmawati, D. (2021). Faktor risiko yang mempengaruhi kehamilan risiko tinggi di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(2), 145–152.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (2021). Peta Jalan Penurunan Angka Kematian Ibu di Indonesia 2021–2024. Bappenas.

Cunningham, F. G., Leveno, K. J., Dashe, J. S., Hoffman, B. L., Spong, C. Y., & Casey, B. M. (2022). Williams Obstetrics (26th ed.). McGraw-Hill Education.

Dinkes Jawa Timur. (2022). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2022. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Israel, B. A., Schulz, A. J., Parker, E. A., & Becker, A. B. (2019). Review of community-based research: Assessing partnership approaches to improve public health. Annual Review of Public Health, 19, 173–202. https://doi.org/10.1146/annurev.publhealth.19.1.173

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Pelayanan Antenatal Terpadu (Edisi Ketiga). Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Kemenkes RI.

Mufdlilah, Hidayat, A., & Kharimaturrohmah, I. (2020). Peran kader posyandu dalam deteksi dini kehamilan risiko tinggi. Jurnal Kebidanan dan Keperawatan, 16(1), 1–10.

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta.

Nurhayati, E., Kusumastuti, K., & Wahyuningsih, M. (2021). Efektivitas deteksi dini dan manajemen kehamilan risiko tinggi terhadap luaran maternal dan perinatal: Systematic review. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 12(2), 78–89.

Nurhaeni, I. D. A., Wulandari, P., & Kusumawati, Y. (2020). Peningkatan kompetensi kader posyandu dalam deteksi dini kehamilan risiko tinggi melalui pelatihan Kartu Skor Poedji Rochjati. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan, 6(3), 234–241.

Putri, A. R., & Mahmudah, L. T. (2020). Hubungan pengetahuan kader dengan praktik deteksi tanda bahaya kehamilan di wilayah kerja Puskesmas. Jurnal Kebidanan Indonesia, 11(1), 67–75.

Rahayu, S., Fitriani, H., & Susanti, D. (2022). Pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan komplikasi kehamilan melalui pendekatan berbasis keluarga. Jurnal Kesehatan Komunitas, 8(1), 89–97.

Rahmi, L., & Fitria, N. (2020). Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan antenatal care pada ibu hamil risiko tinggi. Jurnal Keperawatan, 12(3), 213–220.

Rifkin, S. B. (2014). Examining the links between community participation and health outcomes: A review of the literature. Health Policy and Planning, 29(Suppl 2), ii98–ii106. https://doi.org/10.1093/heapol/czu076

Rochjati, P. (2011). Skrining Antenatal Pada Ibu Hamil: Pengenalan Faktor Risiko Deteksi Dini Ibu Hamil Risiko Tinggi. Airlangga University Press.

Sari, D. P., Hartati, S., & Utami, S. (2023). Pengetahuan dan sikap keluarga tentang kehamilan risiko tinggi di wilayah pedesaan. Jurnal Keperawatan Komunitas, 9(1), 34–43.

Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2021). Brunner & Suddarth's Textbook of Medical-Surgical Nursing (15th ed.). Lippincott Williams & Wilkins.

Susanti, R., & Nurjanah, S. (2019). Efektivitas media visual dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan ibu hamil. Jurnal Keperawatan Indonesia, 22(3), 156–163.

Wijayanti, K., & Suryani, E. (2021). Analisis peran keluarga dalam pengambilan keputusan rujukan kehamilan risiko tinggi. Indonesian Journal of Midwifery, 4(2), 112–120.

World Health Organization. (2019). Trends in Maternal Mortality: 2000 to 2017 – Estimates by WHO, UNICEF, UNFPA, World Bank Group and the United Nations Population Division. WHO.

Downloads

Published

2026-07-09

How to Cite

Kusumaningrum, U. A., & Andriyanto, A. (2026). PENINGKATAN KAPASITAS KELUARGA DAN KADER POSYANDU DALAM DETEKSI DINI DAN PENDAMPINGAN KEHAMILAN RISIKO TINGGI. EZRA SCIENCE BULLETIN, 4(2), 540–547. https://doi.org/10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.581